23:03:09 - 27.08.2016
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.Jika ada pertanyaan, silahkan email redaksi = admin@yesuskristus.com
HOME
Kumpulan Kesaksian Kristen
Kesaksian Rahib Budha bertemu Yesus PDF Print E-mail
Kesaksian yang luar biasa dari seorang Rahib Budha di Myanmar 
yang bertemu dengan Yesus.
Kesaksian ini untuk 'Kalangan Sendiri'
--------------------------------------------------
English Version (pdf)                    Chinese Version (pdf)                Cambodian Version (pdf)
 
Kesaksian Hamran Ambrie PDF Print E-mail
Kesaksian yang luar biasa dari bekas imam masjid yang terkenal di era 60-an.
 
Kesaksian Maman PDF Print E-mail
Kesaksian yang luar  biasa dari seorang pelawak yang bertobat dan diubahkan Tuhan
 
Kesaksian dari Iran PDF Print E-mail

(Tom White)

 

Di Teheran, Iran, seorang anak laki-laki berusia enam tahun sedang menonton siaran televisi Kristen ilegal yang membahas mengenai Yesus Kristus. Ketika mendengar para pengikut Yesus ini, is menghafal lagu yang mereka nyanyikan, bernyanyi bersama-sama mereka, dan berdoa ketika mereka berdoa. Suatu pagi saat sedang sarapan, sebelum pergi ke sekolah ia berkata kepada ibunya, “saya ingin menceritakan kepada guru saya tentang Yesus. Apa yang dapat saya lakukan?” Bersama-sama mereka memikirkan sebuah rencana. Saat ibunya berjalan bersamanya menyusuri jalan-jalan menuju ke sekolah, ibunya berdoa untuk keselamatan-nya, ia bertanya-tanya, Apakah Allah sungguh menginginkan ketaatan penuh atau pengorbanan semacam ini dari keluarga saya?

 

Anak laki-laki itu memasuki ruang kelas yang penuh semangat, ribut, dan meletakkan tas ranselnya yang lebih berat dari biasanya di atas meja. Semua anak duduk di kursi mereka dan pelajaran pagi itu pun dimulai. Saat para murid sedang memperhatikan buku tulis mereka, anak laki-laki ini dengan tenang berjalan mendekati meja sang guru dengan selembar kertas pelajaran.

 

Ia berbisik kepada sang guru, “Apakah ibu mau tahu tentang Yesus?” Sang guru menganggukkan kepalanya bahwa ia ingin tahu.

 

“Baiklah, inilah yang akan saya lakukan. Ketika nanti jam istirahat, saya akan meletakkan tas ransel saya dekat pintu kelas, membuka resletingnya dan membiarkannya terbuka. Setelah semua murid meninggalkan kelas, baru ibu boleh menghampirinya dan mengambil Alkitab dan video dari tas ransel saya.”

 

Kemudian di pagi itu, semua anak berlarian keluar kelas untuk bermain. Tas ransel itu sekarang sudah berada dekat pintu. Kemudian, ketika sekelompok anak-anak yang manis berlari bahagia kembali masuk ke dalam kelas, anak laki-laki ini mengambil tas ransel itu kembali ke mejanya. Sekarang tas ransel tersebut tidak terlalu berat lagi.

 

Keesokan harinya ia bertanya kepada sang guru, “Apakah ibu sudah membaca Alkitabnya? Apakah ibu sudah menonton videonya? Bagaimana pendapat ibu tentang Yesus?”

 

Sementara itu di seberang kota, seorang kakek dengan kumisnya yang putih berjalan-jalan di atas trotoar. Angin sore bertiup sepoi-sepoi, sehingga banyak keluarga keluar berjalan-jalan atau hanya duduk di atas selimut di pinggir sungai. Sang kakek itu berhenti dan melihat seorang bayi, mengelus kepala, dan berjalan mengunjungi sebuah daerah persaudaraan orang-orang Iran.

 

Setelah berbicara beberapa saat dengan sebuah kelompok yang tertarik, ia membagikan beberapa buku kecil, brosur, dan terkadang sebuah kitab Perjanjian Baru kepada yang penasaran, yang mau menerima. Keesokan harinya kakek ini keluar lagi, tetapi kali ini polisi berseragam ada di sana. Mereka merampas literaturnya dan menjatuhkan kaca-mata bulat peraknya dari wajahnya. Menggiringnya menuju ke mobilnya, mereka menemukan satu kotak Alkitab Perjanjian Baru di kursi belakang mobilnya. Yang membuat keadaannya lebih buruk, ia adalah Muslim yang telah menjadi pengikut Kristus. Para petugas membawanya ke penjara. Beberapa minggu kemudian, setelah keluarganya mengajukan banding dan sebuah “hadiah” yang besar, sang hakim pun membebaskannya.

 

Beberapa bulan berlalu. Di sisi lain di kota itu, seorang yang tidak asing lagi berjalan pincang menyeberangi sebuah jembatan pejalan kaki yang lebar dengan tenangnya. Ia lagi, dengan literatur dan brosur di dalam tasnya, kata-kata penuh kasih, percakapan santai tentang kasih, Allah, masalah-masalah, arti hidup.

 

Seorang anak yang berusia enam tahun dan seorang kakek – para pengikut Yesus Kristus di sebuah negara yang dicap sebagai pengekspor terorisme. Keadaan apa yang telah menghasilkan orang Kristen berani ini? Bagaimana ini mungkin bahwa mereka begitu berani atau bahwa mereka ini benar-benar ada?

 

Di Iran, kelompok etnis yang diijinkan untuk menjalankan Kekristenan, seperti orang-orang Armenia, terdiri hanya kurang dari 10% populasi Iran. Kebanyakan orang percaya memilih tidak membagi iman mereka karena membahayakan. (Ada pahlawan-pahlawan Kristen di antara kelompok injili Armenia. Selama 15 tahun terakhir, banyak yang dipenjarakan atau mati martir). Walaupun penindasan yang luar biasa dan kurangnya orang-orang percaya, kelaparan rohani yang hebat sedang berkobar di seluruh negeri.

 

Selama perjalanan terakhir saya ke Iran, pemandu saya, orang Iran asli, tidak tidur semalaman membaca kitab Perjanjian Baru yang saya berikan kepadanya. Saat sarapan pagi, ia menanyakan berbagai pertanyaan dan menyatakan beberapa komentar positif tentang Yesus Kristus. Ia masih muda, sudah berkeluarga, juga seorang lulusan sastra Inggris. Ia membawa saya ke rumahnya untuk minum teh dimana istrinya dan anak-anaknya yang ramah, menyambut saya dengan penuh hormat dan keramah-tamahan.

 

Keluarga ini mewakili orang Iran yang tidak dikenal, bukan seperti gerombolan-gerombolan orang yang berteriak di jalan, bukan barisan-barisan panjang para peratap yang berjalan sepanjang jalan, tetapi sekelompok orang yang ramah, orang-orang luar biasa yang lapar akan firman Allah. Iran adalah suatu bangsa dengan populasi salah satu paling ramah dan berpendidikan di muka bumi ini, sebuah populasi yang didominasi oleh orang-orang muda yang dewasa di bawah usia 30 tahun, yang telah berkali-kali memilih orang muda, parlemen yang berpikiran progresif yang terus menerus ditolak oleh jari yang menindas dari dewan para ulama yang berkuasa. Yesus mengekspresikan pendapat-Nya mengenai tirani keagamaan di dalam Matius 23.

 

Selama 30 tahun, kekuasaan Iran telah mengekspor teror dan melahirkan pengikut-pengikut kebencian dan di alam nama allah di bangsa-bangsa. Dan hal ini terus saja berlanjut hingga sekarang. Di pertengahan jalan menuju kampanye Islamisasi yang keras, kebanyakan orang Iran yang tidak keluar dari negara mereka kini telah menjadi lelah dengan kekejaman, penindasan, kesetiaan tanpa kasih kepada allah yang dituntut oleh negara Islam mereka. Kecuali saat pawai dan pengerahan massa, sebahagian besar udara (rakyat) telah meninggalkan balon (slogan-slogan) yang dibawah masuk oleh Ayatollah Khomeini di tahun 1979.

 

Selama kunjungan saya ke Iran, kepada saya telah diberitahukan bahwa Dewan Wali yang terdiri dari para ulama, demikian juga para tokoh politik keagamaan lainnya yang memegang kekuasaan mutlak, mereka memiliki tabungan sendiri di bank Dubai, dimana ada ratusan juta dollar di sana tetapi tidak pernah dibagikan kepada rakyat Iran. Keserakahan mereka tetap aman dibawah nama allah. Betapa tragisnya bahwa beribu-ribu rumah berdinding lumpur dengan mudahnya runtuh dalam gempa bumi di Iran, membunuh banyak orang miskin, sementara itu para pemimpin politik keagamaan yang tidak dikenai pajak secara bersama-sama tumbuh jauh lebih makmur daripada Shah (rejim demokrasi sebelum pemerintahan Republik Islam) yang digulingkan.

 

Dapat dimaklumi, banyak orang Iran yang putus asa menemukan kenyamanan dalam heroin yang berjumlah sangat besar yang melintasi perbatasan-perbatasan Iran. Januari tahun 2006, kantor-kantor berita melaporkan bahwa Iran memiliki persentasi tertinggi di dunia akan orang-orang yang kecanduan obat-obat terlarang, tanda dari orang-orang yang tak berpengharapan.

Di negara Barat, banyak kota yang memiliki misi penyelamatan dimana orang-orang yang putus asa bisa mendapatkan pertolongan dari tanda salib (gereja atau organisasi misi). Di Iran, tanda salib yang melingkar di leher biasanya berarti si pemakai adalah orang-orang Kristen Orthodoks. Orang-orang Muslim Iran hanya tahu bahwa orang-orang Kristen Orthodoks tinggal di negara mereka memiliki kebiasaan dan hak legal untuk menjual minuman alkohol tanpa larangan, sedangkan orang Muslim tidak boleh. Banyak orang Muslim menghargai bentuk “Kekristenan” ini sebagai pintu belakang mereka untuk secara diam-diam membeli minuman keras.

 

Masih di tengah-tengah kegelapan ini, sepercik harapan sedang tumbuh menjadi kobaran api ketika orang-orang Iran mengalami kasih Allah. Di satu kota saya memberi sebuah Perjanjian Baru yang dibungkus dengan kertas kado kepada seorang manejer yang saya jumpai. Ia menyembunyikan di dalam lacinya dan berlari ke seberang gedung untuk menceritakan dengan semangat kepada lima orang perempuan lainnya. Sebagian dari perempuan itu  melambaikan beberapa carik kertas kepada saya. Saya mendekati, dan salah satu dari mereka berkata kepada saya, “Mohon Pak, kami juga ingin memiliki satu.” Saya memberikan kepada mereka lebih banyak kitab Perjanjian baru yang diselipkan du antara halaman-halaman surat kabar Iran. Mereka menyembunyikannya di balik jubah hitam mereka karena orang-orang Iran tidak dapat terang-terangan membaca Firman Tuhan.

 

Bab berikutnya didalam Berserah Kepada Tuhan adalah beberapa kumpulan kecil kesaksian yang mewakili pertumbuhan terbesar dan tercepat dari pergerakan Muslim di dunia: Orang-orang Muslim di Iran yang menjadi Kristen. Kebanyakan dari orang Kristen berlatar belakang Muslim ini mengambil resiko segalanya untuk datang kepada Kristus. Tidak peduli apa status mereka, negara Islam menentang mereka.

 

Kolonel Iran, Hamid Pourmand, dijatuhi hukuman selama tiga tahun di penjara pada 17 Pebruari 2005, ketika diketahui bahwa ia adalah juga seorang pendeta. Ia ditangkap saat menghadiri suatu konperensi gereja dalam suatu penyergapan dimana ia dan lusinan pemimpin gereja lainnya dijebloskan ke dalam penjara. Non-Muslim tidak diijinkan untuk memegang posisi kemiliteran. Pourmand, yang berpindah keyakinan kepada Kristen dari Islam, 25 tahun yang lalu, dijatuhi hukuman penipuan keyakinan di dalam angkatan bersenjata Iran.

 

Pada tahun 2006, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dengan marahnya menyatakan bahwa ada sekitar 500 hingga 6oo orang Kristen baru berlatar belakang Muslim setiap bulannya di Iran, ia salah. Jumlah mereka lebih banyak dari itu. Di buku ini hanyalah sebagian dari kisah mereka. Nama-nama di dalam buku ini telah diganti untuk melindungi identitas mereka. Dalam kesaksian mereka, yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (dan banyak bahasa termasuk Indodesia – red), kami tetap memakai beberapa ekspresi yang janggal dan tata bahasa yang tidak semestinya untuk menggambarkan kesaksian mereka dengan lebih akurat. Orang-orang percaya ini adalah petobat baru, jadi beberapa pernyataan teologi mereka tidak sempurna secara doktrin di mata beberapa pembaca. Tetapi mereka mempunyai Kitab Suci dan persekutuan dan keinginan kuat untuk mengikut Kristus.

 

Ketika Anda membaca buku ini, sekiranya Anda dikuatkan oleh orang-orang percaya beriman ini dan tergerak berdoa bagi Iran.

 
Kesaksian Sharafuddin PDF Print E-mail
Kesaksian yang luar biasa dari pengkajian dan penemuan secara pribadi.
 
Kecanduan Seks (Kesaksian) PDF Print E-mail

Kecanduan Seks dan Cinta Buta yang Menghancurkan

"Saya begitu kecanduan dengan yang namanya seks bahkan saya berniat menikahi seorang PSK," aku Ardian membuka kisah hidupnya.

Ardian Musidi, seorang pria sederhana yang baru mengenal realita kehidupan sejak bekerja di sebuah hotel. Awalnya Ardian adalah seorang yang pendiam dan pemalu. Namuan semenjak bekerja di hotel, ia mulai mengenal perempuan bahkan menjadi sangat agresif. Ardian bisa mengajak seorang wanita yang disukainya untuk berhubungan seks. Awalnya ia hanya penasaran akan rasanya berhubungan seks.

Tapi kemudian, tanpa alasan yang jelas, Ardian ditinggalkan begitu saja oleh wanita pujaannya. Hal itu sempat membuat Ardian terpukul bahkan berniat untuk melakukan tindakan nekat, yaitu bunuh diri. Tangannya pun menjadi korban sayatan silet untuk melampiaskan kekecewaan dan keputusasaan akibat kehilangan orang yang dicintainya. Tak mau larut dalam kesedihan, Ardian merubah pola pikirnya bahwa wanita di dunia ini begitu banyak dan ia bisa berhubungan dengan yang lain.

Akhirnya Ardia memutuskan untuk bekerja di hotel lain yang justru membawanya ke dalam dunia yang begitu kelam. Di tempat bekerjanya yang baru, tidak ada larangan untuk memasukkan wanita nakal ke dalam hotel, justru hotel ini menyediakan wanita bagi para tamunya yang berminat. Sebagai resepsionis, Ardian pun sering menerima permintaan dari para tamunya untuk menyediakan jasa perempuan nakal bagi para tamunya. Dari sanalah Ardian mendapatkan tips baik dari tamu yang memesan maupun dari wanita pelacur yang dipanggilnya.

Berawal dari penyedia wanita panggilan, Ardian mencoba menjalin hubungan dengan salah seorang pekerja seks komersial tersebut. Pada saat itu Ardian memang sudah kecanduan seks. Jika dalam sehari ia tidak melakukan hubungan seks, ada sesuatu yang kurang dirasakannya. Kepala pusing, terus memikirkan untuk melakuan hubungan seks, sangat tidak enak baginya saat itu.

Hubungan Ardian dengan wanita panggilan ini sudah begitu jauh. Bahkan jika pacarnya dibooking oleh tamu, Ardian akan ikut dan menunggu di depan kamar sampai pacarnya selesai bertugas. Ardian sendiri melakukan hubungan seks dengan wanita panggilan ini setiap hari, tanpa henti. Kecanduannya akan seks ini bahkan mengganggu pekerjaannya karena ia ketagihan untuk bertemu dan berhubungan seks dengan wanita ini.

"Lambat laun, perasaan timbul di hati saya. Saya hanya berpikir, masa sih saya tidak bisa mengajaknya untuk menikah? Saya tidak perduli orang lain akan menganggap dia wanita seperti apa, yang penting saya mencintainya," ujar Ardian.

Keseriusan ini ditunjukkan Ardian dengan mengatakan langsung kepada orangtuanya akan keinginannya untuk menikahi wanita pelacur ini. Tentu saja kedua orangtuanya menentang habis-habisan niat Ardian tersebut. Tapi Ardian memilih untuk meninggalkan rumah demi wanita tersebut. Pekerjaannya pun ia tinggalkan. Namun tanpa Ardian duga, cintanya bertepuk sebelah tangan.

"Saya benar-benar tidak menduga bahwa pacar saya akan berubah. Awalnya saya pikir ia memang ingin bertemu dengan saya untuk menanyakan hasil interview yang baru saja saya jalani. Tapi yang saya terima hanyalah makian, omongan kasar bahkan lemparan batu dari dia," kisah Ardian dengan pedih.

Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang pun ditendang. Mungkin ungkapan inilah yang ingin disampaikan oleh wanita panggilan tersebut pada Ardian. Ketika Ardian mengikuti mobil yang dinaiki wanita ini, ia melihat wanita tersebut telah menunggunya di pinggir jalan. Dan ketika Ardian mendekatinya, tiba-tiba saja wanita tersebut mengeluarkan golok dari dalam tasnya dan mengacungkannya ke arah Ardian.

"Saya benar-benar dibutakan oleh cinta. Tuhan benar-benar sadarkan saya saat itu, karena saya tidak punya pekerjaan dan uang pun sudah habis. Tapi saya minta kepada Tuhan, saya sudah lepas dengan wanita ini. Saya hanya ingin pulang, karena untuk pulang pun saya sudah tidak berani. Apakah papi saya masih mau menerima saya kembali?" ujar Ardian.

Ardian pun memberanikan diri untuk pulang. Hal yang sungguh tidak disangka olehnya adalah ayahnya menyambut dirinya dan langsung memeluknya. Ardian pun tak dapat menahan air matanya saat itu. Ardian benar-benar menyesali perbuatannya selama ini dan ia mengakui semuanya kepada ayahnya.

Setelah memutuskan hubungan dengan seorang wanita panggilan tersebut, akhirnya Ardian mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya itu, oleh seorang teman, Ardian dikenalkan kepada Yulia yang masih duduk di bangku SMA kala itu. Ardian mulai main ke rumah Yulia, bahkan menginap selama berbulan-bulan di sana. Tidur berdua pun tidak menjadi larangan bagi orangtua Yulia.

Ardian kembali diuji. Kesempatan untuk melakukan hubungan seks kembali terbuka lebar. Malam pertama memang tidak terjadi apa-apa. Tapi terus-terusan tidur berdua membuat Ardian terus merayu Yulia agar mau diajak berhubungan seks. Berawal dari tangannya yang gerayangan, hubungan seks itu pun akhirnya tak terhindarkan lagi.

Yulia sempat menangis kenapa hal itu harus terjadi. Karena ibunya sudah berpesan berulangkali agar jangan sampai hamil di luar nikah. Yulia benar-benar merasa kotor di hadapan Tuhan. Ardian sendiri sama sekali tidak pusing dengan dosa. Baginya dosa itu urusan belakangan, yang penting enak dulu. Perbuatan itu pun akhirnya menjadi berkelanjutan. Setiap pagi ataupun siang kalau di rumah Yulia tidak ada orang, mereka pun selalu melakukan hubungan seks. Yulia pun tak dapat menolak ajakan Ardian karena Ardian selalu berjanji untuk menikahinya. Bagi Yulia, nasi sudah menjadi bubur. Menolak ajakan itu pun sudah percuma. Bagaimanapun juga Ardian sudah berjanji untuk bertanggungjawab.

Akhirnya pernikahan itu pun berlangsung. Namun tanpa mereka sadari, sebuah janin berusia dua bulan telah ada dalam kandungan Yulia. Ketika mengetahui kenyataan ini, Ardian dan Yulia benar-benar minta ampun kepada Tuhan. Merasa benar-benar ingin dipulihkan, Ardian memutuskan untuk mengikuti acara khusus kaum pria yang akan mengubahkan kehidupan Ardian dan Yulia.

"Saya merasa hidup saya berjalan begini saja. Saya benar-benar berpikir, Tuhan apakah ini karena dosa-dosa yang pernah saya lakukan? Apapun yang saya lakukan, terjerumus lagi terjerumus lagi. Pekerjaan tidak menentu, tidak ada yang berhasil. Waktu saya ikut camp, saya merasakan Tuhan melalui Firman yang disampaikan oleh hamba Tuhan. Tentang dosa seks, perzinahan, saya benar-benar merasa seperti sampah saat itu. Saya benar-benar menyesal kenapa hidup saya bisa seperti ini. Saya ingin menghilangkan semua dosa-dosa seks itu. Saya merasa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya sekotor apapun saya. Tuhan mau menerima saya apa adanya. Papi saya saja yang bapa di dunia mau menerima saya kembali, apalagi Bapa yang di surga," ujar Ardian mengenai awal perkenalannya dengan Tuhan.

Semenjak ikut camp, Ardian memiliki komitmen untuk menghilangkan semua dosa-dosa seks yang pernah dilakukannya. Melalui pemulihan hidup Ardian, kini Ardian dan keluarganya diberkahi sebuah bisnis kuliner yang mereka kelola sendiri. Tidak hanya itu, hubungan Ardian dengan Yulia istrinya, semakin harmonis.

"Semenjak dia mengenal saya, semenjak ia memperistrikan saya, saya yakin dan percaya suami saya pasti setia," ujar Yulia dengan yakin.

"Saya bersyukur sekali karena Tuhan Yesus sudah melepaskan saya dari dosa kecanduan seks yang pernah saya lakukan. Saya tidak mau lagi mencari perempuan-perempuan lain selain istri saya sendiri. Saya akan bersama dengan dia, selamanya sampai Tuhan memanggil saya," ujar Ardian menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 5 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel)

Sumber Kesaksian:
Ardian


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

 
Kesaksian Hisham orang Melayu PDF Print E-mail
Kesaksian Hisham , orang melayu, yang didatangi Yesus dan akhirnya menerima dan percaya kepada Yesus
 
Kesaksian Pemeran Yesus PDF Print E-mail

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film "The Passion of the Christ". Berikut refleksi atas perannya di film itu.

 

 

 

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN-PERAN KECIL DALAM FILM-FILM YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA (SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL "THE THIN RED LINE". ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

 



 

 

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

 

 

 

"Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah..., Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.

 

 
Kesaksian dari Kenya, Afrika PDF Print E-mail
Kesaksian dari mujizat-mujizat yang terjadi dari pelayanan seorang hamba Tuhan di Kenya, Afrika.
 
Kesaksian dari Brazil: Debu Emas PDF Print E-mail

Namanya Silvania. Dia tinggal di Brasilia. Ibu empat anak ini tiba-tiba saja terkenal secara internasional, terutama di dunia keKristenan

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 14 of 27