08:04:06 - 24.11.2017
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.Jika ada pertanyaan, silahkan email redaksi = admin@yesuskristus.com
HOME arrow KESAKSIAN arrow Kesaksian Bobby Umboh
Kesaksian Bobby Umboh PDF Print E-mail

 Dari kecil Bobby Umboh mendapat didikan keras dari orangtuanya, terutama dikarenakan orangtuanya berlatar belakang polisi. Terkadang sang ayah memperlakukan dirinya sebagai anak seperti ayahnya memperlakukan anak buahnya.Perlakuan keras itu Bobby terima hingga ia dewasa. Jiwa berontak mulai timbul dari lubuk hatinya. Kebebasanlah yang Bobby inginkan saat itu. Setiap ada kesempatan untuk keluar rumah, Bobby benar-benar bagaikan burung yang keluar dari sangkar. Merasakan bebas yang sebebas-bebasnya. Setiap waktu ia manfaatkan sebaik-baiknya untuk merasakan kebebasan. Oleh temannya, ia dikenalkan dengan zat terlarang, pil BK. Pernah suatu ketika Bobby pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, dan ia mendapatkan perlakuan sangat keras dari ayahnya. Sehingga meskipun Bobby kerap mengkonsumsi zat terlarang, sebenarnya masih ada perasaan takut yang ia rasakan.Memang setelah mendapatkan pukulan dari ayahnya, ada suatu efek jera yang Bobby rasakan. Tapi pada saat itu menurut Bobby, justru dirinya semakin menjadi-jadi. Sekarang Bobby sadari, pada saat itu secara tidak sadar itu adalah bentuk pemberontakan atau balas dendam yang Bobby lakukan pada ayahnya.

 

Pernah dalam keadaan terpengaruh obat terlarang yang Bobby pakai, ia mencuri kaset di sebuah toko kaset tetapi akhirnya ia ketahuan. Untuk menebus tindakan kriminalnya tersebut, Bobby harus membayar sepuluh kali dari harga kaset yang ia curi.Kata-kata kasar dari orangtuanya menusuk batin Bobby. Kepedihan yang ia terima membekas di hati yang terdalam. Pernah Bobby dituduh memakai obat terlarang, Bobby marah dan tidak menerima tuduhan tersebut. Sebagai bentuk pemberontakan, Bobby mengurung diri di kamarnya. Dengan berpakaian putih, Bobby berniat bunuh diri. Ia sudah menuliskan pesan-pesan terakhirnya bagi orangtuanya.Pada saat itu, benar-benar Bobby sudah siap untuk menusukkan pisau ke perutnya.

 

 

Tetapi pada akhirnya, pikiran logisnya berputar."Seandainya pada saat itu Tuhan tidak berbicara dengan logika saya, saya mungkin sudah mati," ujar Bobby.Tetapi, kedamaian yang ia cari tidak ia dapatkan. Tekanan hidup semakin ia rasakan. Hanyalah kekosongan hidup yang ada dalam diri Bobby."Waktu itu saya benar-benar merasakan tidak ada harapan hidup. Tidak mungkin saya bertemu teman, masa depan saya tidak jelas. Masa kuliah pun kuliah saya tidak beres. Jadi pada masa itu saya benar-benar merasakan depresi yang parah," Bobby bertutur mengenai masa suramnya.Bobby merasa bahwa tidak ada orang yang mempercayainya. Ia dikenal sebagai tukang bohong. Teman-temannya pun tidak menganggap dirinya. Jika ia ke lingkungannya baik di rumah maupun di kampus, semuanya seperti membicarakan dirinya.Pertobatan Bobby


Dalam suatu perjalanan pulang, suatu kejadian membuat hati Bobby hancur. Sebuah lagu yang ia dengar mengubah hidupnya. Lagu tersebut memanglah bukan sebuah lagu rohani, tetapi Bobby merasakan Tuhan berbicara kuat kepadanya melalui lagu tersebut. Lirik lagu yang bertuturkan dirinya untuk ‘kembali...,' yang Bobby asumsikan untuk ‘kembali ke jalan yang benar.' Agar ia tidak jatuh lagi, jika ia sudah memutuskan untuk meninggalkan semua, janganlah kembali lagi... Itu benar-benar terngiang bagi Bobby.Setibanya di rumah, Bobby langsung masuk ke kamarnya. Meminta ampun kepada Tuhan. Ia merasakan lawatan Tuhan berjam-jam kepada dirinya. Ia merasakan beban di hatinya terlepas semua. Seakan-akan Tuhan mengangkat beban tersebut dari dirinya! Kelegaan yang ia terima belum membuat Bobby bahagia. Suatu kerinduan Bobby kala melihat ayahnya sembuh dari sakit stroke yang dideritanya. Suatu pagi ayahnya masuk ke kamarnya. Selama ini ayahnya sudah jarang ngomong terutama semenjak sakit. Ini adalah suatu hal yang jarang dan aneh. Terlintas di pikiran Bobby untuk mendoakan ayahnya.

 

 

 Lalu Bobby pun mendoakan ayahnya. Ia bertanya kepada ayahnya apakah ayahnya ingin sembuh dan didoakan. Ayahnya hanya mengangguk saja. Sebelum didoakan oleh Bobby, Bobby bertanya kepada ayahnya, "Papa... Papa mau terima Tuhan Yesus, tidak?"Ayahnya hanya mengangguk saja, lalu Bobby meminta agar ayahnya mengikuti doa yang diucapkan oleh Bobby. Ayahnya pun menerima Tuhan Yesus dan Bobby mendoakan penyakit stroke yang diderita ayahnya. Momen tersebut adalah momen paling mengharukan yang pernah dialami Bobby bersama ayahnya. Selepas itu... Bobby merenung dan semakin terharu... ternyata buah pertama dari pertobatan Bobby adalah ayahnya sendiri. Memang keluarganya adalah Kristiani sedari ia kecil, termasuk ayahnya... tetapi sebelumnya mereka tidak mempercayai dan melakukan doa pertobatan kepada Tuhan. Hingga saat ini, Bobby sudah tidak lagi merasakan dendam yang dulu ia rasakan kepada ayahnya. Justru ia menjadi mengucap syukur kepada Tuhan karena ia memiliki orangtua seperti ayahnya.Sekarang, keberhasilan yang diraih oleh Bobby tidak luput oleh didikan keras dari ayahnya. Kepergian ayahnya untuk selamanya tidaklah sia-sia. Kehidupan yang Bobby alami merupakan perjalanan hidup yang harus dihadapi, namun Tuhan senantiasa menopang dirinya.

 

 

Saat ini Bobby menyerahkan hidup kepada Tuhan melalui talenta yang ia miliki."Ada suatu kebanggaan jikalau saya bisa mengenal suatu Pribadi yang benar-benar mengasihi saya, walaupun saya dulu sudah bertobat dan jatuh-bangun, tapi Tuhan tetap memberikan pengharapan kepada saya. Jadi saya mengucap syukur jika saya bisa mengenal suatu Pribadi yaitu Tuhan Yesus yang mengubahkan kehidupan saya dari nol, dari yang tidak berarti, dari sampah hingga saya bisa diangkat menjadi pelayan Tuhan," kisah Bobby bagaimana Tuhan mengubahkan hidupnya.

 

(Kesaksian ini ditayangkan 19 Desember 2008 dalam acara Solusi di O Channel).

Sumber kesaksian :
Bobby Umboh

 

Add comment

Security code
Refresh