04:40:24 - 20.11.2017
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.Jika ada pertanyaan, silahkan email redaksi = admin@yesuskristus.com
HOME arrow SAAT TEDUH arrow Berbela Rasa
Berbela Rasa PDF Print E-mail

 

 

Dua orang ibu mengobrol di sekolah seusai mengambil rapor anaknya. “Bagaimana hasilnya, Bu Diah?” tanya Ibu Dewi. Spontan Ibu Diah menceritakan prestasi anaknya dengan penuh semangat. Selain menjadi juara pertama, anaknya mendapat beasiswa untuk studi lanjut di luar negeri. Dengan bangga, Ibu Diah menceritakan kehebatan anaknya. Tak lupa ia sisipkan kiat-kiat jitunya dalam mendidik. Ibu Dewi diam saja, sampai Ibu Diah bertanya, “Bagaimana dengan anakmu?” Dengan sedih Ibu Dewi menjawab singkat, “Yah, anak saya tidak naik kelas.” Lalu, ia pergi.

Kita bisa menyakiti hati orang lain tanpa kita sadari. Utamanya saat kita menempatkan diri sendiri “lebih” dari mereka. Tak jarang dalam percakapan, orang asyik membicarakan kehebatan dirinya, agar dipandang terhormat. Saat diri sendiri dijadikan pusat perhatian, kita buta akan suasana hati orang lain! Rasul Paulus berpesan agar kita “saling mendahului dalam memberi hormat”. Yang ia maksud bukan sekadar menyapa lebih dulu, melainkan menempatkan orang lain di tempat utama. Saat berbicara, fokuskan perhatian sepenuhnya pada lawan bicara; pahami maksudnya; rasakan pergumulannya; baca suasana hatinya; tempatkan diri dalam posisinya. Dengan cara itulah kita mampu berbela rasa. Bisa menangis dan tertawa bersama mereka. Itulah kasih sejati yang tidak pura-pura.

Cobalah periksa pola bicara kita akhir-akhir ini. Apakah kita suka mengarahkan pembicaraan pada diri sendiri? Berapa banyak kata “aku” yang kita ucapkan saat bicara? Jika jumlahnya terlalu banyak, ayo kurangi. Hari ini belajarlah berbela rasa.

 

 

Bacaan hari ini: Roma 12:9-16
Ayat mas hari ini: Roma 12:15
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 15-18

JADIKAN ORANG LAIN PUSAT PERHATIAN, BUKAN SEKEDAR PEMAIN FIGURAN

 

Sumber: Renungan Harian

 

Add comment

Security code
Refresh