23:49:52 - 22.10.2014
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Who's Online

We have 9 guests online

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.
HOME
Kesaksian Maman PDF Print E-mail
Kesaksian yang luar  biasa dari seorang pelawak yang bertobat dan diubahkan Tuhan

 

KESAKSIAN DARI SEORANG PELAWAK  YANG BERTOBAT

   Bersama ini saya kirimkan  kesaksian dari seorang Sunda yg jadi anggota

   group lawak dari Bandung dan  pimpinannya adalah sdr Us-us (D'Bodor -

   mantan bintang film di thn 60  an).

   Kesaksian ini saya dengar  sendiri waktu ada rubrik kesaksian di

   Persekutuan doa yg dirumahnya  Jendral (Purn) Pranowo, mantan dirjen

   Imigrasi.

   Fisik dari orang tsb ialah  pendek sekitar 150 cm tapi giginya ada 4

   buah yg copot karena dipukulin  sama Ex teman2nya karena pindah agama.

   Kesaksian yg dibawah ini saya  ambil dari majalah Narwastu, Namanya

   ialah Kang Maman alias Pak  Elisa.

   Dari Sungai Ciliwung ke Sungai  Yordan

   Sebelumnya ia bernama Muhammad  Shalat karena ia dilahirkan pas jam

   sembayang, panggilan akrabnya  adalah Maman. Tapi, kata dia, karena

   sekarang sudah menyeberang  dari Sungai Ciliwung ke Sungai Yordan, maka

   namanya diganti menjadi Elisa.  jadi, karena ia memang selalu gembira

   atau, mungkin lantaran ia  seorang pelawak.

   Ditemui NARWASTU, di sebuah  gereja di bilangan Depok. Kang Maman atau

   Pak Elisa memberikan  kesaksiannya berikut ini :

   Dulu saya bukan orang Kristen,  karena saya pernah juara membaca kitab

   suci agama saya yang dulu maka  saya diangkat menjadi pegawai di Kantor

   Kecamatan. Saya juga mantan  pelawak Grup Sangkuriang Bandung.

   Saya mengikut Kristus baru dua  tahun ini. Ceritanya mula-mula ada

   orang datang ke kantor untuk  ngurus surat-surat. Setelah saya baca,

   dia orang Kristen, saya nggak  mau layanin. Saya benci orang Kristen.

   Lalu saya pulang padahal dia  masih nunggu terus.

   Di rumah saya sembahyang, saya  memang tidak pernah ketinggalan
   sembahyang.

   Waktu itu saya bersujud minta  ampun kepada Tuhan. "Ampunilah

   perbuatan-perbuatan saya yang  salah tadi siang".

   Tahu-tahu ada suara angin. Dan  saya langsung melek. Ternyata ada yang

   berdiri di situ. Dia  menampakkan wajahnya dan badannya dengan pakaian

   yang putih, pakai selendang  merah bawa tongkat. Merahnya menyala tidak

   ada bandingnya. Sendalnya  seperti bakiak dan berwarna emas.

   Lalu dia bilang begini,  "Syalom, syalom." Saya nggak mengerti apa

   syalom itu. Tapi, seperti  langit mau pecah itu suaranya. Waktu itu

   saya mengucap, "Astagafirullah  aladzin". Saya didatangi itu kira-kira
   ada 5 menit.

   Lalu, dia bilang begini,  "Anakku, akulah Isa Almasih, dan akulah Yesus

   Kristus.

   Akulah jalan yang lurus dan  akulah yang terkemuka di dunia dan di
   akhirat.

   "Saya seperti nggak sadar,  lalu bertanya, "Kau ini siapa?" Lalu Dia

   menaruh tangan di kepala saya:  "Aku menumpangi kepala kamu. Aku akan

   memberkati kamu. Ikutlah aku.  Jalan yang lurus."

   "Astagafirullah aladzin".  Waktu saya melek lagi Dia sudah nggak ada.

   Lalu, saya membangunkan istri.  "Mah, bangun."

   Dia tanya, "Aya naon (
Ada  apa)?".

   Lalu saya ceritakan kejadian  itu. Dia malah bilang, "Itu teh jurig,

   setan, iblis."

   Dia suruh saya berdoa. Saya  berdoa lagi. Istri saya tidur, saya nggak

   bisa tidur.

   Sampai satu minggu, saya nggak  bisa tidur. Pikiran saya nggak tenang.

   Saya merasa masih melihat  wajahnya terus-menerus. Rumah tangga saya

   jadi guncang, dan akhirnya  saya keluar dari pekerjaaan.

   Suatu sore, saya  berjalan-jalan, sampai ke dekat gereja. Waktu itu ada

   kebaktian, jemaatnya nggak  banyak. Saya dengerin saja dari luar.

   Tapi Pak Pendeta ngajak saya  masuk. "Entar diberkati Tuhan" katanya.

   Saya takut masuk, Nanti saya  disalib, pikir saya begitu. Saya pulang
   saja.

   Minggu berikutnya saya ikut  seminar di Gereja itu.
Ada pelepasan
   katanya.

   Tapi saya nggak tahu apa  artinya. Sampai saya ikut pelepasan, lalu

   dikasih Alkitab sama Pak  Pendeta. Tapi, nggak pernah saya bawa ke

   rumah. Saya taruh saja di  kebun singkong. Takut, Mertua saya
kan ulama.

   Tapi saya belajar terus di  gereja itu. Selama tiga bulan saya

   membohongi istri. Kalau  ditanya, "Bapak dari mana?"

   Saya jawab: "Kondangan, Mah".

   Istri saya nggak percaya. "Kok  siang malam kondangan terus. Punya

   pacar kali ?" Saya nggak mau  begitu terus. Saya
kan umat Kristus.

   Lama-lama, saya mendoakan  orang sakit, nggak dibawa ke dokter, tapi

   sembuh. Yang lumpuh, saya  doakan demi Nabi Isa Almasih, dia sembuh.

   Tapi suatu hari ada yang  datang ke mertua saya, dan bilang, "Pak,

   sekarang mantunya jadi dukun  Kristen lho..!"

   Malam itu juga jam dua subuh  saya dibangunin sama mertua saya.

   "Bangun setan, Anjing laknat  lu..!" Saya dibilang orang kafir, terus

   diusir. Saya pergi malam itu  juga, ngajak istri dan anak saya.

   Istri saya langsung minta  dicerai, tapi saya nggak mau. Lalu, saya

   sujud kepada-Nya "Tuhan  sekarang saya hidup di dalam namaMu, Yesus
   Kristus.

   Jangan sampai sia-sia. Berkati  istri saya karena dia tidak mengenal

   Engkau."

   Tuhan memberkati saya. Saya  bisa ngontrak rumah, sampai 2 hari.

   Tapi kemudian saya dianiaya  oleh penduduk di situ. Waktu itu hari
   Jumat.

   Saya dipukuli. Gigi saya  dimasuki kayu, sampai rontok.

   Waktu itu saya sedang jalan ke  rumah. Saya ditarik sepanjang jalan ke

   rumah sampai tangan saya  habis. Di dalam rumah, tangan saya dijepit

   pakai meja, sampai patah.  Kira-kira 5 bulan, waktu itu saya sudah

   sembuh, terus dianiaya lagi.  Dipukuli lagi, kaki saya sampai cacat.

   Puji Tuhan, sampai sekarang  saya bisa jalan. Istri saya minta dicerai

   lagi, tapi saya nggak  menceraikan.

   Saya masih dianiaya terus,  sampai akhirnya saya minta cepat-cepat

   dibaptis. "Pak Pendeta, saya  minta cepat dibaptis, takut umur saya

   pendek." Saya memang takut  mati karena setiap hari berdarah terus.

   Setelah dibaptis itu, saya  masih juga dianiaya.

   Suatu hari, saya dipanggil  oleh saudara-saudara saya di daerah Ciapus,

  
Bogor. Saya disuruh minum  kopi. Yang lain, empat orang, pada minum teh.

   jadi saya curiga apa lagi  mereka kelihatan bisik-bisik. Saya belum

   berani minum. Tapi, Roh Kudus  bilang, "Anakku, minumlah kopi itu.

   Karena sudah dikuduskan oleh  namaKu. Yesus Kristus. Hormatilah
   saudaramu."

   Lalu saya minum kopi itu.  Waktu itu mereka bisik-bisik.

   Tapi, Puji Tuhan. Sampai  pulang ke rumah, saya nggak apa-apa.

   Kemudian, saya dipanggil oleh  kakak saya. Disuruh betulin kandang

   kambing. Saya tidak tahu kalau  di belakang saya waktu itu ada minyak
   tanah dalam ember.

   Tiba-tiba saya diguyur dan  sempat dibakar.

   Katanya sih apinya sudah  nyala, tapi saya nggak merasa apa-apa Terus

   pernah juga kuku saya dicabut,  copot satu. Tapi dua hari lagi sudah

   sembuh. Saya berdoa, agar  Tuhan memberkati mereka yang menganiaya saya.

   Tapi kemudian, mertua saya  meninggal. Sebelumnya dia pernah paksa saya

   supaya pindah lagi ke agama  dulu. Jadi saya ini kenyang dianiaya.

   Saya dibenci masyarakat.  Dibilang setan, kafir, anjing, dan segala
   macam.

   Tapi, Puji Tuhan. Saya selalu  merasakan berkat dan pertolonganNya.

   Kalau agama saya diejek orang,  saya bilang, "Lho, kenapa. Ini
kan

   untuk keselamatan saya  sendiri." Saya dulu belum bisa menerangkan

   firman, buta rohani. Tapi,  saya kemudian belajar. Saya mulai

   bertumbuh, sampai sekarang.  Saya mulai bersaksi di mana-mana.

   Lama-lama makin banyak yang  kenal. Saya sering diundang ke sana-sini.

   Saya juga dikenalkan sama  pendeta ini pendeta itu. Saya selalu

   bertanya kepada istri saya  "Setelah jadi Kristen, saya jahat nggak?"

   Puji Tuhan, istri saya nggak  mau diceraikan sekarang. Sedikit-demi

   sedikit, istri saya dikasih  tahu Injil. Dia mulai berubah, walaupun

   masih sedikit. Saya percaya,  Tuhan akan memberkati dan memperlihatkan

   kuasa-Nya seperti kesaya.  Sekarang, di dalam rumahtangga saya ada

   damai sejahtera dan tidak  kekurangan apa-apa.

   Saya sering diminta berdoa  untuk orang sakit. Puji Tuhan, mereka

   sembuh setelah saya doakan.  
Ada adik saya dari Bandung, dulu benci
   saya.

   Suatu hari dia datang.  Katanya, "Kang saya disantet dukun dari
  
Cirebon."

   Matanya sampai keluar.  Dioperasi habis dua juta juga nggak
   sembuh-sembuh.

   Terus saya bilang sama dia.  "Mau nggak kamu didoain?" Lalu dia

   menginap di rumah saya.

   Saya pakai minyak urapan,  karena kemana-mana saya selalu bawa minyak

   zaitun.

   Saya tumpangi tangan ke dia.  "Tuhan Yesus, sembuhkan adik saya.

   Kalau ada roh-roh jahat,  roh-roh santet, roh-roh apa saja dalam tubuh

   adik saya, kau hancurkan."  Saat itu, keluar dari hidungnya mimisan.

   Malam harinya dia mimpi  begini: "Yesus yang menyembuhkan. Yesus yang

   mengeluarkan roh-roh jahat  dari tubuhku. Dia rambutnya panjang." Saya

   bilang, "Makanya percaya pada  Gusti Yesus Kristus. Karena kalau

   percaya kepada Gusti Yesus,  akan sembuh". Setelah pulang ke
Bandung,

   dia bilang mau ngikut Gusti  Yesus. Kata adik saya, "Bilangin ya pada

   saudara-saudara di
Bandung, di  Garut, kalau saya sudah sembuh tanpa

   dokter. Yesus itu dokter di  atas segala dokter."

   Saya dikaruniai 4 anak. yang  paling besar sudah SMP, yang paling kecil

   umurnya 5 tahun. Istri saya  namanya Siti Cholifah. Sekarang ini saya

   ajari mereka tentang Kristus.  Saya nggak mau mereka sia-sia. Kenapa

   orang lain diselamatkan, kok  keluarga saya tidak. Saya terus beritakan

   Injil kepada semua orang. Ke  kampung-kampung, ke pegunungan, sampai

   tempat yang terpencil saya  beritakan. Pokoknya saya jalan terus,

   meskipun nggak punya  kendaraan. Saya tidak takut bersaksi di

   mana-mana. Sebab, saya tidak  menjelekkan agama. Kalau orang lain tidak

   menghormati saya, kita sih  tetap hormati.

   Saya terus memberitakan Injil,  sambil mendoakan orang sakit. Saya mau

   mereka mengenal Yesus. Untuk  apa saya dianiaya kalau bukan untuk Yesus.

   Kalau saya memberitakan Injil,  saya tidak melihat suku. Mau suku

   apapun, pokoknya saya rangkul.  Ke Jawa Barat, Jawa Timur,
Bali dan

   kemana lagi, saya juga pernah.  Saya beritakan injil ke gembel-gembel,

   gelandangan-gelandangan,  tukang becak, ulama-ulama. Pejabat-pejabat,

   penyanyi-penyanyi. Puji Tuhan,  banyak yang terima. Tapi saya tidak

   mengkristenkan orang. Pokoknya  saya beritakan dengan kasih.

   Pernah ada sudara saya yang  datang. Dia tanya, "Ngapain kamu jadi
   Kristen?

   Miskin, sengsara. Sudah ini  tanda tangan!" Saya mau dikasih rumah

   kalau saya mau kembali ke  agama dulu. Saya sampai menangis. Saya

   berdoa di kebun waktu magrib.  Saya pilih surga.

   Teman-teman saya di  Sangkuriang, ada yang sudah tahu. Malah ada yang

   mulai bertobat, rumahnya di  
Cirebon. Sekarang memang jarang tampil,

   karena rumahnya jauh-jauh.  Tapi setiap Agustus banyak undangan

   menghibur di masyarakat. Kalau  ada peresmian, saya tampil memainkan
   calung.

   Saya pernah ditawarkan sekolah  teologi, tapi saya belum kepengin.

   Saya pengin beritakan Injil  saja. Saya selalu minta pertolongan Roh

   Kudus, supaya mengerti. Kuku  saya sekarang sudah tumbuh lagi, yang

   bekas cabutan tadi. Jadi orang  Kristen memang nggak selalu enak. Tapi,

   sekarang banyak yang maunya  enak-enak, maunya besar-besar. Coba lihat

   saya, yang dianiaya begini.  Ini sekarang masih sakit, tapi saya hanya

   serahkan pada Yesus saja.

   Kiranya kesaksian ini menjadi  berkat bagi saudara-saudara semuanya.

   Adapun ayat yang saya sukai  adalah Filipi 4 ayat 13 dan 19: "Segala

   perkara dapat kutanggung di  dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

   Allahku akan memenuhi segala  keperluanmu menurut kekayaan dan

   kemuliaanNya dalam Kristus  Yesus."

   PUJI TUHAN
 

Add comment

Security code
Refresh

Pesan Film Yesus Kristus

Enter Amount: