00:57:38 - 03.09.2014
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.
Home
Seri Kedewasaan Kristen (2/6) PDF Print E-mail

Nama Kursus    : ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB)
Nama Pelajaran : Bertanggung Jawab dalam Hal Ibadah dan Persekutuan
Kode Pelajaran : OKB-P02


DAFTAR ISI

A. BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL IBADAH
   Bacaan Alkitab
   1. Penyembahan
   2. Penyembahan Adalah Rencana Allah
   3. Penyembahan Membutuhkan Persiapan
   4. Menyembah Berarti Menyatakan Kebaikan Allah
   5. Menyembah adalah Bersukacita
   6. Menyembah adalah Suatu Penghormatan
   7. Menyembah adalah Suatu Tanggung Jawab
   8. Menyembah adalah Memberi
   9. Kita Beribadah Bersama Dengan Orang-Orang Lain
   10. Seluruh Dunia Dipanggil Untuk Menyembah

B. BERTANGGUNG JAWAB UNTUK PERSEKUTUAN
   Bacaan Alkitab
   1. Apakah Persekutuan Itu?
   2. Rencana Allah Untuk Persekutuan
   3. Hasil-Hasil Dari Persekutuan
   4. Ujian Persekutuan
   5. Metode Allah Untuk Persekutuan
   6. Apakah Tujuan Persekutuan Kita?

DOA

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
                             Pelajaran 02
          BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL IBADAH DAN PERSEKUTUAN
 
 
A. BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL IBADAH

Bacaan Alkitab: 1 Tawarikh 16:23-34

Merenunglah sejenak untuk memikirkan ini, mengapa ketika Yesus ada di
dunia perlu menyembah Bapa? Mengapa orang Kristen perlu menyembah atau
beribadah? Apakah keuntungannya? Perbedaan apa yang akan terjadi?
Beribadah adalah pusat dari kehidupan seorang Kristen. Kelakuan orang
Kristen, perkataan dan kasihnya untuk orang lain tergantung pada
kasihnya kepada Allah. Dan kasihnya untuk Allah terlihat dalam
kesungguhan dan kedalaman penyembahannya kepada Allah.

1. Penyembahan

   Bacalah Mikha 6:6-8.

   Dalam Perjanjian Lama, Ibadah selalu berhubungan dengan upacara -
   upacara. Bagaimanapun juga, upacara tersebut tidak boleh
   menggantikan bagian penyembahan rohani.

   Dalam Perjanjian Baru, kesederhanaan lebih penting/diutamakan dalam
   penyembahan orang Kristen. Penyembahan biasanya termasuk pujian,
   doa, pembacaan Alkitab dan pengajaran Alkitab. Penekanan dalam
   penyembahan adalah kerohanian, persembahan dan kasih dari dalam
   hati. Yesus berkata bahwa Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah
   Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Yohanes 4:24.

2. Penyembahan adalah Rencana Allah

   Penyembahan adalah rencana dari Allah, bukan dari manusia. Tuhan
   tahu dengan pasti apa yang dibutuhkan manusia. Seseorang yang
   benar-benar mengasihi Allah tidak dapat hidup tanpa menyembah
   Tuhan, bukan untuk mendapatkan sesuatu dari Dia, tetapi karena kita
   mengasihi-Nya. Kita menyenangkan hati Tuhan saat kita menyembah-
   Nya. Bacaan Alkitab kita dalam 1 Tawarikh 16:23-24 merupakan pujian
   penyembahan dan ucapan syukur.

3. Penyembahan Membutuhkan Persiapan

   Bacalah lagi 1 Tawarikh 16:29. Tuhan memberkati orang-orang yang
   benar-benar menghormati Dia. Kita mempermuliakan Tuhan dengan
   menyiapkan pikiran kita, roh kita dan tubuh kita untuk beribadah.
   Bangsa Israel sangat bersungguh-sungguh dengan agama. Para imam
   berpakaian dengan sangat teliti untuk peran mereka di dalam
   penyembahan umum. Umat Allah harus disiapkan dengan berbagai cara
   saat mereka masuk ke dalam hadirat Allah yang kudus dalam
   penyembahan.

4. Menyembahan Berarti Menyatakan Kebaikan Allah

   Bacalah 1 Tawarikh 16:24-27. Dalam penyembahan kita menyatakan
   penyelamatan Allah, kemuliaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang
   besar. Kita harus menyatakan kebenaran itu kepada semuanya yang mau
   mendengar dari hari ke hari.

5. Menyembah adalah Bersukacita

   "Bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan
   yang dari pada-Nya dari hari ke hari." 1 Tawarikh 16:23.

   Orang Kristen memiliki banyak hal yang dapat dijadikan alasan untuk
   bersukacita, oleh sebab itu ia menyanyi. Beribadah bukanlah suatu
   kesedihan. Kuasa terang lebih besar daripada kuasa kegelapan.
   Ibadah merupakan ungkapan kesukacitaan karena Yesus Kristus telah
   bangkit dari kematian! Kita menyembah Tuhan yang hidup dan penuh
   kasih, Pencipta dan Juru Selamat kita. Kita tidak menyembah orang
   lain, sebab orang lain tidak melakukan apa yang telah Yesus lakukan
   untuk kita. Oleh sebab itu Kehidupan Kristen seharusnya diisi
   dengan kemenangan, kedamaian dan kasih.

6. Menyembah adalah Suatu Penghormatan

   Bacalah 1 Tawarikh 16:30-34. Kita gemetar di hadapan-Nya, bukan
   karena takut tetapi karena kagum dan sangat menghormati kemuliaan-
   Nya. Tuhan memerintah seluruh jagad raya, Ia adalah Raja! Dengan
   kekuatan-Nya, Ia menegakkan dunia. Hanya orang bebal yang berkata
   dalam hatinya, "tidak ada Allah" Mazmur 14:1.

   Tuhan tidak pernah meninggalkan ciptaan-Nya. Segala sesuatu adalah
   milik-Nya. Tuhan datang untuk menghakimi dunia ini. Ia memiliki
   setiap hak untuk mengadili semua yang Ia ciptakan. Ia adalah Tuhan
   atas semuanya. Marilah kita memuji dan menyembah-Nya.

7. Menyembah adalah Suatu Tanggung Jawab

   "Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan
   masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan
   berhiaskan kekudusan." 1 Tawarikh 16:29.

   Betapa indahnya untuk datang di hadapan-Nya! Hal ini merupakan
   suatu penghormatan dan tanggung jawab. Suatu penghormatan sebab Ia
   kudus, Maha Besar, Pencipta alam semesta, Maha Pengasih, sedangkan
   kita orang berdosa. Suatu tanggung jawab sebab kita tidak berani
   mengabaikan Dia. Kita tidak berani melupakan kasih-Nya maupun
   murka-Nya. Kita tidak berani kehilangan sumber kekuatan kita. Kita
   tidak berani mengabaikan Penyelamat kita. Kita tidak berani
   melupakan siapa kita, yakni orang- orang berdosa yang dibebaskan
   untuk kemuliaan-Nya. Kita adalah milik- Nya! "Atau tidak tahukah
   kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu,
   Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan
   milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah
   lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" 1
   Korintus 6:19-20.

8. Menyembah adalah Memberi

   Bacalah lagi 1 Tawarikh 16:29. Membawa suatu persembahan adalah
   suatu tindakan penyembahan. Penyembahan yang sejati bukan saja
   melibatkan diri untuk menerima, melainkan juga untuk memberi. Saat
   kita mempersembahkan diri kita ke dalam hadirat-Nya, kita
   mempersembahkan pujian kita, ucapan syukur kita dan pemberian kita.
   Ataupun jika kita membawa seekor kambing, seekor domba atau uang,
   kita membawa kemuliaan bagi-Nya, dan kita membangun gereja-Nya
   dengan pemberian persembahan kita.

9. Kita Beribadah Bersama dengan Orang-orang Lain

   "Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada, Tuhan sajalah
   kemuliaan dan kekuatan!" 1 Tawarikh 16:28.

   Semua bangsa dipanggil untuk menghormati Tuhan. Di dalam Alkitab
   ada waktu-waktu untuk penyembahan pribadi, tetapi lebih
   dititikberatkan pada penyembahan secara berkelompok. Bacalah Mazmur
   42:5 dan Ibrani 10:25.

10. Seluruh Dunia Dipanggil untuk Menyembah

    Bacalah 1 Tawarikh 16:23. Keinginan Allah yang terbesar adalah
    supaya seluruh dunia menyembah Dia. Ia telah menciptakan bumi dan
    seluruh jagad raya. Ia adalah Tuhan atas seluruh dunia. Pujian
    merupakan wujud kasih dan rasa terima kasih kita kepada Tuhan.
    Untuk itu, semua orang harus memuji Tuhan.


B. BERTANGGUNG JAWAB UNTUK PERSEKUTUAN

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 1:6-7; Efesus 4:1-16;
                Kisah Para Rasul 2:42-47.

Selain ibadah, orang Kristen juga dituntut bertanggung jawab untuk
ikut dalam persekutuan.

1. Apakah Persekutuan Itu?

   Persekutuan berarti menerima kasih dari orang lain dan memberikan
   kasih kepada orang lain. Yesus membasuh kaki para murid-Nya, tetapi
   Ia juga membiarkan Maria membasuh kaki-Nya dengan air matanya.
   Yesus memberi makan 5000 orang tetapi Ia juga rela membiarkan Maria
   dan Marta memasak untuk-Nya. Artinya ialah kita harus saling
   membantu sehingga kita menjadi seperti yang Tuhan inginkan saat
   kita memberi dan menerima kasih di dalam persekutuan.

   Bacalah Ibrani 10:24,25; 1 Yohanes 1:5-7; Kisah Para Rasul 2:42-47.
   Pikirkan bagaimana kita dapat menolong satu sama lainnya untuk
   menunjukkan kasih dan perbuatan baik. Bagaimanakah umat percaya
   menguatkan dan memperbaiki persekutuan mereka? Kita perlu
   menyediakan waktu yang berarti untuk bersama, bahkan seperti yang
   dilakukan orang-orang percaya setelah Pentakosta. Mereka membuat
   suatu rencana, memberi waktu, usaha dan tenaga demi terwujudnya
   suatu persekutuan. Apakah Anda sedang memberikan waktu, usaha dan
   tenaga Anda untuk memiliki persekutuan Kristen?

2. Rencana Allah untuk Persekutuan

   Di dalam kasih, Allah Bapa memberi kita Raja Damai, anak-Nya yaitu
   Yesus Kristus. Bacalah tentang kasih Yesus dalam Yohanes 13:1.
   Yesus akan segera meninggalkan dunia ini untuk kembali kepada Bapa
   Surgawi- Nya. Ia telah berdoa untuk kita semua yang percaya kepada-
   Nya saat Ia menyiapkan diri untuk keberangkatan ini. Bacalah dalam
   Yohanes 17, secara khusus Yohanes 17:11 dan Yohanes 17:22. Yesus
   berkata bahwa Dia dan Allah Bapa adalah satu. Apakah isi doanya
   untuk kita? Allah sangat mengasihi kita. Ia rindu agar kita
   memiliki kasih itu dan terikat kasih antara yang satu dengan yang
   lain. Apakah Anda rindu untuk memiliki kasih itu dan terikat kasih
   dengan sesama Kristen?

3. Hasil-hasil dari Persekutuan

   Persekutuan sejati membawa hasil yang positif. Saat Anda
   mempelajari persekutuan di hari Pentakosta, perhatikan apa yang
   terjadi:

   - Saling membagikan uang untuk orang yang memerlukan
   - Tanda-tanda ajaib dan mujizat
   - Kerelaan semua orang
   - Orang-orang yang diselamatkan Allah ditambahkan dalam kelompok
     mereka.

   Apakah persekutuan kita membawa hasil-hasil seperti ini?

4. Ujian Persekutuan

   Allah memerintahkan, "Barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga
   mengasihi saudaranya." 1 Yohanes 4:21. Kemudian baca dalam 1
   Yohanes 3:14 untuk mengetahui gambaran seorang Kristen yang sejati.
   Yohanes menggambarkan perubahan itu seperti pindah dari kematian
   menuju kehidupan. Kini tidak ada pilihan bagi orang percaya, suatu
   metode untuk menguji orang Kristen yang sejati yaitu hidup saling
   mengasihi. Dalam 1 Yohanes 2:3-6 memberitahu jika kita mengaku
   bahwa kita telah mengenal Allah, maka kita akan melakukan perintah-
   perintah-Nya. Salah satu perintah Allah itu ialah supaya kita hidup
   saling mengasihi. Apakah Anda telah mengenal Dia?

   Masalah-masalah yang kemudian muncul dalam hubungan atau
   persekutuan disebabkan karena dosa seseorang atau lebih banyak
   orang lain lagi. Apakah dalam hal ini, Tuhan akan menerima
   pemberian atau persembahan-persembahan kita? Bacalah apa yang
   dikehendaki Tuhan Yesus dalam pengajaran atau khotbah-Nya di atas
   bukit (Matius 5:23-24). Yesus tidak memberitahu kita apakah orang
   di mezbah tersebut adalah orang yang berbuat salah atau orang yang
   disalahkan. Apakah yang akan kita lakukan jika kitalah yang berbuat
   salah itu? Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan
   adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan
   kita dari segala kejahatan. 1 Yohanes 1:9. Bacalah juga Yakobus
   5:16. Tuhan memberikan sebuah janji untuk mengampuni dan
   membersihkan kita jika melakukan apa yang diberitahukan-Nya kepada
   kita.

5. Metode Allah untuk Persekutuan

   Penulis surat Ibrani memberi kita nasihat "agar jangan sampai akar
   pahit muncul dan menyebabkan masalah, sehingga banyak orang
   tercemar." Nasihatnya adalah "Berusahalah hidup damai dengan semua
   orang" Ibrani 12:14-15.

   Dalam suatu persekutuan kadang-kadang kita harus menghubungi
   beberapa orang yang mengecewakan hati kita, yang dapat menjadi
   sumber perpecahan dalam persekutuan. Ini di luar kemampuan manusia
   untuk mengatasinya. Hanya kuasa Allah yang tinggal di dalam kita
   yang dapat mengasihi orang-orang yang menyakiti kita. Tuhan telah
   memberikan kepada kita kasih yang melebihi kasih manusia, yang
   disebut kasih agape. Kasih agape menolong kita mengasihi orang-
   orang yang sulit untuk dikasihi, yang tidak layak untuk menerima
   kasih kita dan yang tidak menginginkan kasih kita. Allah menaruh
   kasih ini di dalam kita. Apakah Kristus membatasi kasih-Nya? Tidak!
   Ia mengampuni orang-orang yang meludahi-Nya dan mencucukkan paku
   di tangan-Nya. "Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa
   yang mereka perbuat" Lukas 23:34.

6. Apakah Tujuan Persekutuan Kita?

   Apakah kita hidup dalam persekutuan yang bersukacita, saling
   membantu atau memelihara kesatuan Roh di dalam dan oleh ikatan
   kasih? Apakah kita hidup dalam kerendahan hati, lemah lembut dan
   kesabaran dan "tunjukkan kasih dalam hal saling membantu?" Bacalah
   Efesus 4:1-3. Itulah sebenarnya yang menjadi tujuan dari
   persekutuan Kristen yaitu supaya ada kebersamaan (kesatuan) dan
   saling membantu satu dengan yang lain.

          _________________________________________________
 
                      Akhir Pelajaran (OKB-P02)
          _________________________________________________    

DOA

"Tuhan Yesus Kristus, aku mengucap syukur untuk pemahaman tentang
pentingnya beribadah dan menyembah Engkau. Ajarkan aku untuk
senantiasa menghargai waktu ibadah sehingga aku boleh terus menikmati
kehadiran-Mu. Juga ajarkan aku untuk senantiasa hidup dalam kasih dan
persekutuan bersama orang-orang percaya yang lain. Amin."

 

 

Add comment

Security code
Refresh

Dukung Pelayanan Ini

Enter Amount: