23:41:45 - 27.11.2014
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Who's Online

We have 9 guests online

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.
Siapakah Yesus Kristus? (2/6) PDF Print E-mail

Nama Kursus : SIAPAKAH YESUS KRISTUS?

Nama Pelajaran : Yesus adalah Firman Allah dan Anak Allah

Kode Pelajaran : SYK-P02

 

Pelajaran 02 - YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH DAN ANAK ALLAH

DAFTAR ISI

A. YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH

Ayat Hafalan

1. Yesus Mengungkapkan Sifat Alamiah Allah yang Benar

2. Yesus Menunjukkan Rencana Allah untuk Keselamatan Manusia

3. Yesus Menunjukkan Kehendak Allah untuk Hidup Orang-Orang Kristen

4. Yesus Menunjukkan Kebenaran Mengenai Kehidupan Sesudah Kematian

5. Yesus adalah Firman Allah yang Terakhir bagi Manusia

B. YESUS ADALAH ANAK ALLAH

Ayat Hafalan

1. Yesus Tidak Mempunyai Ayah Secara Dunia

2. Malaikat Gabriel Menyatakan Bahwa Yesus adalah Anak Allah

3. Yohanes Pembaptis Menyatakan Bahwa Yesus adalah Anak Allah

4. Allah Sendiri Menyatakan Bahwa Yesus adalah Anak Allah

5. Roh-Roh Jahat Menyatakan Bahwa Yesus adalah Anak Allah

6. Murid-Murid Menyatakan Bahwa Yesus adalah Anak Allah

7. Yesus Sendiri Menyatakan Bahwa Dia adalah Anak Allah

8. Kebangkitan Yesus dari Kematian Menunjukkan Bahwa Dia adalah

Anak Allah

DOA

----------------------------------------------------------------------

Pelajaran 2

YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH DAN ANAK ALLAH

 

A. YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH

Ayat Hafalan:

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan

kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan

kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan

kebenaran" (Yohanes 1:14)

Sebagaimana Anda pelajari dalam Yohanes 1:1-14, Anda akan membaca

istilah "Firman". Mungkin ada pertanyaan dalam pikiran Anda, "Siapakah

atau apakah Firman itu?" Ayat hafalan di atas memberikan jawaban bahwa

Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Karena hal

ini, setiap orang bisa mengetahui dengan pasti bahwa Firman tersebut

adalah Yesus. Tetapi mengapa Yesus disebut Firman? Allah mengirim

Yesus dengan tujuan supaya pesan-pesan-Nya diketahui oleh manusia.

Melalui Yesuslah kita mengetahui hal-hal yang ada dalam hati Allah,

yaitu melalui pengajaran-Nya, tindakan-Nya dan terutama dari sifat-

sifat-Nya. Yesus itulah penggenapan pesan Allah, bahkan Yesus itulah

pesan Allah sendiri, yaitu Firman-Nya. Dia adalah pesan Allah untuk

semua orang di segala zaman. Jadi, kita melihat bahwa "Firman" adalah

satu dari beberapa nama untuk menyebutkan Yesus. Sekarang, lihatlah

beberapa kebenaran agung tentang Allah yang Yesus perlihatkan kepada

kita sebagaimana diungkapkan firman Allah.

1. Yesus Mengungkapkan Sifat Alamiah Allah yang Benar

Yesus berkata, "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat

Bapa" (Yohanes 14:9). Banyak orang mempunyai pertanyaan ini dalam

hati mereka, "Apa sifat alamiah Allah yang benar?" Tidak mungkin

untuk menggambarkan dengan tepat sifat alamiah dari seseorang,

apalagi bila orang itu adalah Allah. Akan jauh lebih baik jika kita

bisa melihat orang tersebut. Itulah yang telah terjadi dalam diri

Yesus. Allah membiarkan kita melihat diri-Nya dalam Yesus Kristus.

Nabi-nabi dalam PL telah mencoba beberapa cara yang berbeda

untuk menerangkan sifat alamiah Allah yang benar pada manusia.

Yang mereka katakan adalah benar, tapi mereka tidak pernah

sanggup menerangkan segalanya tentang Allah. Ini hanya bisa

diketahui dengan melihat Allah sendiri. Dan kini, manusia bisa

melihat Allah seutuhnya dalam diri Yesus Kristus. Yesus adalah

firman Allah untuk manusia sehingga manusia boleh sungguh-sungguh

mengetahui sifat alamiah Allah.

2. Yesus Menunjukkan Rencana Allah untuk Keselamatan Manusia

Setiap manusia merasakan kebutuhan yang sama akan Allah dalam

hatinya. Mereka mengetahui bahwa mereka telah berdosa terhadap

Allah. Mereka tahu bahwa dosa menjadi penghalang antara manusia dan

Allah. Mereka mulai berpikir, "Bagaimana saya bisa membuat hal-hal

yang benar antara saya dengan Allah?" Dalam usaha mereka melakukan

hal-hal yang benar, mereka melakukan hal-hal yang berbeda. Beberapa

orang menyembah pada nenek moyang mereka. Beberapa menyembah dewa-

dewa yang terbuat dari kayu dan batu. Beberapa orang membunuh

binatang untuk sebuah persembahan. Sebagian orang mengikuti

pengajaran-pengajaran manusia. Semuanya itu tidak ada yang benar.

Jika seorang manusia menginginkan keselamatan dari Allah, dia tidak

boleh mengikuti pikiran-pikirannya atau pikiran-pikiran manusia

yang lain. Dia harus belajar dan mengikuti rencana Allah.

Yesus adalah firman Allah yang melalui-Nya manusia beroleh jalan

kebenaran bagi keselamatan dirinya. Yesus berkata, "Akulah jalan

dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada

Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

3. Yesus Menunjukkan Kehendak Allah untuk Hidup Orang-orang Kristen

Anda sudah melihat bahwa Yesus adalah firman Allah untuk manusia

yang menunjukkan rencana keselamatan Allah kepada manusia. Yesus

adalah juga firman Allah untuk manusia yang telah selamat. Jadi,

manusia yang sudah diselamatkan tersebut bisa mengetahui bagaimana

seharusnya dia hidup. Orang-orang Kristen seharusnya membaca

Alkitab dengan saksama. Mereka seharusnya mempelajari kehidupan

Yesus. Kehendak Allah, di atas segala-galanya, telah dinyatakan

dalam hidup Yesus. Ketika Yesus berpikir tentang penderitaan besar

yang akan dialami di atas kayu salib, Dia berdoa pada Allah, "Ya

Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari

pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan

seperti yang Engkau kehendaki" (Matius 26:39). Jika ada cara untuk

melarikan diri dari penderitaan di atas kayu salib, Yesus mau

melarikan diri. Tetapi hasrat melakukan kehendak Allah lebih besar

daripada keinginan untuk melarikan diri dari penderitaan yang akan

datang. Karena Yesus meletakkan kehendak Allah di atas keinginan

sendiri, ada jalan keselamatan untuk kita pada hari ini.

Kita juga harus mengingat hal ini. Yesus adalah firman Allah untuk

semua manusia. Dia tidak hanya menerangkan pada manusia bahwa

mereka harus mematuhi Allah, tapi Dia menunjukkan pada mereka

bagaimana harus mematuhi Allah. Mereka harus melakukan itu dengan

meletakkan keinginan Allah di atas semua keinginan dalam hidup

mereka.

4. Yesus Menunjukkan Kebenaran mengenai Kehidupan Sesudah Kematian

Seorang guru tidak bisa mengajarkan mata pelajaran yang sulit

kepada anak-anak sekolah dasar. Mereka baru mulai belajar. Oleh

karena itu, pertama kali mereka akan belajar hal-hal yang

sederhana. Kemudian bila mereka belajar dengan baik, mereka siap

untuk belajar hal-hal yang lebih tinggi. Perjanjian Lama (PL)

adalah seperti sekolah dasar. Permulaan kebenaran yang agung yang

diajarkan dalam PL dan kebenaran-kebenaran lain perlu untuk

dipelajari dengan baik. Tapi dalam Yesus kita memperoleh pengertian

yang lebih banyak tentang Allah dan hidup sesudah kematian.

Pengajaran mengenai hidup sesudah mati lebih jelas dalam Perjanjian

Baru (PB) daripada dalam PL. Yesus adalah firman Allah yang membuat

kebenaran-kebenaran ini menjadi jelas bagi kita. Jika kita ingin

mengerti segala sesuatu mengenai kehidupan sesudah kematian, kita

harus mempelajari apa yang Dia ajarkan.

5. Yesus adalah Firman Allah yang Terakhir Bagi Manusia

Bila kebenaran telah diberitakan, hal yang lain tidak perlu

ditambahkan. Allah telah berbicara tentang kebenaran yang penuh

melalui keselamatan dan hidup orang Kristen dalam Yesus Kristus.

Dalam Kolose 1:15, mengenai Yesus kita membaca, "Ia adalah gambar

Allah yang tak kelihatan." Allah telah ditunjukkan dengan sempurna

dalam Yesus Kristus. Jadi, jika manusia ingin mengetahui kebenaran

tentang Allah, dia harus belajar kebenaran ini dari Yesus Kristus.

Orang lain berkata, "Tapi Allah memberitahukan pada kami lebih

daripada tulisan yang ada dalam Alkitab. Kami mempunyai Alkitab dan

kebenaran yang ditambahkan." INI ADALAH SUATU KEBOHONGAN. Hal-hal

yang telah Allah tunjukkan tentang diri sendiri sudah dilengkapi

dengan sempurna dalam Yesus Kristus.

Jika sebuah gambar telah sempurna dilukis, apa saja yang

ditambahkan atau diambil akan merusak gambar itu. Allah telah

digambarkan secara sempurna dalam diri Yesus. Kapan saja seseorang

mencoba mengambil atau menambahkan sesuatu pada gambar Allah, yang

kita lihat dalam Yesus Kristus, maka dia sedang merusak gambar

Allah itu.

Allah telah berbicara dengan jelas tentang mereka yang mencoba

mengubah Alkitab dengan cara apa pun juga. Dalam buku terakhir di

Alkitab, dibuat jelas bahwa seseorang yang datang dengan

"penambahan" tidak datang dari Allah. "Aku bersaksi kepada setiap

orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini:

'Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini,

Allah akan menambahkan kepadanya melapetaka-malapetaka yang

tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan

sesuatu dari perkataan- perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah

akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,

seperti yang tertulis di dalam kitab ini'" (Wahyu 22:18-19).

 

B. YESUS ADALAH ANAK ALLAH

Ayat Hafalan:

Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak

yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17)

Beberapa orang mungkin berkata begini, "Kami setuju bahwa Yesus adalah

Anak Allah. Mengapa? Karena semua manusia adalah anak Allah. Allah

telah menciptakan kita semua dan Dia Bapa kami di surga." Hal ini

tidak seperti apa yang diajarkan Alkitab mengenai Yesus sebagai Anak

Allah. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Anak Allah.

Tidak ada, dan tidak akan pernah ada yang lain yang dihubungkan dengan

Anak Allah seperti Yesus.

1. Yesus tidak Mempunyai Ayah Secara Dunia

Bacalah dengan saksama Matius 1:18-25 dan Lukas 1:26-35. Dari ayat-

ayat ini, kita belajar hal-hal berikut. Yusuf dan Maria

merencanakan pernikahan. Kemudian Malaikat Gabriel menampakkan diri

kepada Maria dan berbicara kepadanya bahwa dia akan mempunyai anak.

Maria menjawab bahwa ini tidak mungkin karena dia seorang perawan.

Gabriel menjelaskan kepadanya bahwa Roh dari Tuhan akan datang ke

atasnya dan anak itu akan menjadi Putra Allah. Ketika Yusuf

mendengar bahwa Maria telah mengandung seorang bayi, Yusuf

berencana untuk memutuskan pertunangan. Akan tetapi, seorang

malaikat menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi dan menjelaskan

kepadanya bagaimana Maria menjadi hamil. Kemudian Yusuf mengambil

Maria sebagai istrinya, tetapi mereka tidak hidup bersama-sama

sebagai suami istri sampai Yesus dilahirkan. Kita melihat bahwa

Yesus tidak mempunyai ayah secara duniawi karena Maria telah hamil

dari Roh Allah.

2. Malaikat Gabriel menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah

Bacalah lagi Lukas 1:35, "Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus

akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi

engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut

kudus, Anak Allah." Dari kata-kata Malaikat Gabriel itu, siapakah

Yesus? Kita segera melihat bahwa hanya ada satu jawaban, Yesus

adalah Anak Allah. Beberapa orang mencoba menjadi sangat bijak dan

mengajukan banyak pertanyaan mengenai siapa Yesus. Malaikat dari

surga tidak mempunyai pertanyaan tentang hal ini. Malaikat Gabriel

tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah.

3. Yohanes Pembaptis Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah

Bacalah Yohanes 1:29-34 dan pelajarilah ayat-ayat ini. Allah telah

mengirim Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan hati manusia supaya

mereka menerima Yesus, Juru Selamat yang dijanjikan. Yohanes

Pembaptis menjadi pembuka jalan dengan memanggil manusia untuk

bertobat (menyesal atas dosa-dosa dan berpaling dari dosa-dosa).

Allah juga menceritakan kepada Yohanes Pembaptis bagaimana dia akan

bisa mengenali Penyelamat yang dijanjikan bila Dia datang.

Bagaimana Yohanes Pembaptis mengetahui-Nya? Bacalah ayat 33. Ia

akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya

dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Ketika Yohanes Pembaptis

melihat Roh Allah turun dan tinggal di atas Yesus, Yohanes

Pembaptis langsung mengetahui Yesus adalah Juru Selamat yang

dijanjikan.

4. Allah Sendiri Menyatakan bahwa Yesus Anak Allah

Ayat-ayat berikut mengajar kita dengan sangat jelas. "Sesudah

dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga

langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati

turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang

mengatakan, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku

berkenan'" (Matius 3:16-17). Di bagian lain disebutkan pula, "Dan

tiba-tiba, sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang

menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang

berkata, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,

dengarkanlah Dia'" (Matius 17:5). Demikian pula ayat ini, "Maka

datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar

suara: Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'" (Markus 9:7).

Lalu, "Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi

mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka"

(Lukas 9:34-35). Murid-murid mengerti dengan jelas bahwa suara yang

mereka dengar adalah suara Tuhan. Bertahun-tahun kemudian ketika

Petrus sedang menulis hal-hal yang terjadi di atas Gunung

Transfigurasi (gunung tempat Yesus nampak dalam terang yang

berkilau-kilauan), dia berkata bahwa Yesus telah menerima

kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa. Mereka mendengar suara

yang berkata, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku

berkenan" (2Petrus 1:17-18). Allah ingin manusia mengerti siapa

Yesus.

5. Roh-roh Jahat Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah

Ada beberapa contoh dalam Alkitab tentang roh-roh jahat yang

mengenal Yesus dan berkata bahwa Dia adalah Anak Allah. Marilah

kita lihat dua contoh ini. Bacalah Lukas 8:26-39. Dalam ayat-ayat

ini, iblis-iblis menyatakan bahwa Yesus adalah seorang yang

mempunyai kuasa menghancurkan mereka. Sekarang, baca juga Markus

1:23-27. Di sini roh jahat berkata bahwa Yesus adalah yang kudus

dari Allah. Perhatikan bahwa Yesus memerintahkan roh jahat untuk

diam. Dia tidak ingin Setan atau orang-orang yang dipenuhi oleh roh

Setan menanyakan siapakah yang seharusnya menceritakan tentang

Yesus. "Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang

telah diperbuat Allah atasmu." Orang yang disuruh Yesus itupun

pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang

telah diperbuat Yesus atas dirinya (Lukas 8:39). Kehidupan orang

itu dibuat menjadi benar oleh kuasa Yesus. Dan orang-orang seperti

dialah yang diinginkan Yesus untuk menceritakan kepada orang lain

tentang Dia.

6. Murid-murid Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah

Bacalah Matius 16:13-17. "Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-

Nya: 'Apakah kamu tidak mau pergi juga?' Jawab Simon Petrus kepada-

Nya: 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah

perkataan hidup yang kekal: dan kami telah percaya dan tahu, bahwa

Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'" (Yohanes 6:67-69). Murid-

murid telah hidup dengan Yesus selama kira-kira tiga tahun. Mereka

mengamati kehidupan-Nya secara dekat. Mereka telah mendengarkan

pengajaran-Nya tentang hal-hal yang luar biasa mengenai Allah.

Mereka telah melihat hidup-Nya yang tanpa dosa. Mereka telah

melihat mujizat-mujizat besar (pekerjaan-pekerjaan yang

menakjubkan) yang Dia lakukan. Karena hal-hal ini, mereka tahu

bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah.

7. Yesus Sendiri Menyatakan bahwa Dia adalah Anak Allah

Ketika Yesus di pengadilan, orang-orang mendengar kesaksian-

kesaksian dan keterangan-keterangan di mana tak seorang pun

menemukan orang yang bisa membuktikan bahwa Yesus bersalah dan

melakukan dosa. Mereka mengajukan pertanyaan ini pada Yesus,

"Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Yesus memberikan

jawaban yang sangat berterus terang, "Akulah Dia" (Markus 14:60-

62). Jika Yesus berkata bahwa dia bukan Anak Allah, kemungkinan

hidup-Nya tidak akan berakhir. Namun, Dia menolak berdusta tentang

hal itu. Dia ingin orang mengerti bahwa Dia adalah Anak Allah.

8. Kebangkitan Yesus dari Kematian Menunjukkan bahwa Dia Anak Allah

Ketika Yesus bersama dengan murid-murid-Nya, kerap kali Dia

menceritakan kepada mereka bahwa Dia akan dibunuh dan pasti akan

bangkit dari kubur pada hari ketiga. "Sejak waktu itu, Yesus mulai

menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem

dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam

kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada

hari ketiga" (Matius 16:21). "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku

memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun

mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut

kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa

mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku

(Yohanes 10:17-18). Bacalah juga Yohanes 2:18-22, musuh-musuh Yesus

juga mendengarkan kata-kata ini. Itulah sebabnya, mungkin mereka

melakukan segala-galanya untuk menghentikan kebangkitan Yesus.

Mereka meletakkan sebuah batu yang sangat besar di pintu masuk dari

gua di mana tubuh Yesus dikubur. Mereka minta prajurit-prajurit

untuk menjaga pintu masuk. Kekuatan manusia tidak pernah bisa

menghentikan pekerjaan Allah. Yesus bangkit dari kematian seperti

yang telah Dia katakan. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Dia

berbicara benar. Itu bukti bahwa Dia adalah sungguh-sungguh Anak

Allah. Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya

dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa

atas kematian (Roma 1:4).

Alkitab sangat jelas berbicara tentang Yesus. Dulu dan sekarang, Dia

adalah Anak Allah. Mengatakan bahwa hal ini tidak benar berarti

mengatakan bahwa firman Allah tidak benar. Marilah kita menerima

kebenaran tentang Yesus dan memercayai-Nya selalu sebagai Anak Allah

dan Juru Selamat.

__________________________________________________

Akhir Pelajaran (SYK-P02)

__________________________________________________

DOA

"Bapa, terima kasih karena Engkau mau mengirimkan Yesus Kristus

yang adalah Firman untuk menjadi daging, sehingga aku mengerti apa

yang menjadi kehendak hati-Mu atas hidupku. Aku juga bersyukur

karena Yesus yang Engkau kirimkan itu merupakan satu-satunya Anak

Tunggal Bapa dan tidak ada yang lain. Melalui Dialah aku dibenarkan

dan diterima sebagai anak-anak-Mu. Amin."

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh