15:41:33 - 17.11.2017
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.Jika ada pertanyaan, silahkan email redaksi = admin@yesuskristus.com
HOME arrow KESAKSIAN arrow ANDA MERAYAKAN PASKAH ATAU EASTER ?
ANDA MERAYAKAN PASKAH ATAU EASTER ? PDF Print E-mail

ANDA MERAYAKAN PASKAH ATAU EASTER ?

 

Banyak orang percaya tanpa disadari telah melakukan kesalahan besar setiap tahun dengan ikut-ikutan mengucapkan: “Happy Easter!” yang artinya merayakan hari raya paganisme dewi Easter, dewi kesuburan orang Jerman. Semua itu terjadi karena banyak orang kurang mengerti dan asal ikut-ikutan mengucapkan ucapan selamat Paskah yang keliru.  Namun kekeliruan ini bukan hanya melulu karena kesalahan umat, tetapi memang ada gereja yang memilih menggunakan istilah “Easter” ketimbang “Passover” untuk menunjuk peringatan Paskah.  

 

APA SESUNGGUHNYA “PERAYAAN EASTER” ?

 

Easter Festival atau Perayaan Easter adalah perayaan pagan (agama penyembah dewa-dewa) yang merayakan penyembahan kepada “Easter” atau “Eostre”, dewi kesuburan orang Jerman. Di Eropa utara perayaan “Easter” melibatkan wujud “kelinci” mengikuti budaya rakyat Leicestershire di Inggris. Pada akhir abad 19, sarjana Charles Isaac Elton menyimpulkan kaitan figur kelinci dan perayaan “Easter” dengan penyembahan kepada dewi “Eostre”. (sumber http://en.wikipedia.org/wiki/%C4%92ostre#Hares_and_Freyja

 

 

Goddess Eostre dan figur kelinci “Easter bunny”

 

Para penganut agama Wicca merayakan Easter atau Ostara setiap tahunnya menyambut datangnya musim semi yang diyakini sebagai bersatunya kembali dewi Eostre dengan anaknya (sekaligus kekasihnya) setelah selama musim dingin berdiam di dunia orang mati.

(sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Ostara_(Wicca)#Vernal_Equinox)

 

Di Eropa dan Asia ada banyak versi nama bagi dewi kesuburan, seperti di seluruh Mediterania Timur dari Zaman Perunggu ke zaman Klasik orang mengenal dewi Astarte, orang Babilonia dan Asyur menyebut dewi Ishtar yang juga disembah orang Mesir dengan nama Ishtar dan juga Isis. Alkitab menyebutkan nama dewi sembahan orang Tirus dan Sidon (Lebanon): Asytoret (Ashtoret).   

 

SALAH KAPRAH DI HARI RAYA PASKAH

 

Banyak orang Kristen salah kaprah menyebut hari Kebangkitan Tuhan sebagai Hari Paskah dan lebih parah lagi menyebutnya dalam istilah bahasa inggris “Easter”. Sementara untuk peringatan hari Kematian Tuhan mereka menyebutnya “Jumat Agung” atau “Good Friday”, padahal bila kita pelajari Alkitab dengan teliti, kematian Tuhan Yesus tidak terjadi di hari Jumat (bukankah Tuhan Yesus 3 hari 3 malam berada di dalam kubur (Mat 12:40) ? Bila penyaliban dan wafat Tuhan Yesus terjadi Jumat sore, bukankah sampai dengan Minggu Subuh Kebangkitan belum sampai 3 hari 3 malam ?).

 

Bagaimana yang benar mengucapkan selamat di Hari Peringatan Kematian Tuhan ? Yang benar kita harus mengucapkan “Selamat Paskah Anak Domba” atau “Selamat Mengenang Pengorbanan Tuhan Yesus” atau “Remembering The Passover” atau “Blessing Passover” dll. Karena Paskah itu sesungguhnya terjadi pada hari pengorbanan yaitu sesuai dengan Hari Raya Pesach (Paskah Yahudi) adalah mengenai korban penghapus dosa. Dan pada saat mengenang Kematian Tuhan di atas kayu salib itulah kita memperingati Paskah Anak Domba Allah. Jadi Hari Paskah adalah hari kematian Tuhan Yesus bukan hari kebangkitan-Nya.

 

Lalu bagaimana yang benar mengucapkan selamat di Hari kebangkitan Tuhan ? Seharusnya orang percaya mengucapkan “Selamat Hari Kebangkitan” atau “Selamat Hari Raya Buah Sulung!” atau “Happy First Fruit”. Karena sesuai nubuat Hari Raya Buah Sulung Yahudi pada hari itu Tuhan Yesus menggenapi menjadi yang sulung (yang pertama) bangkit dan mengenakan tubuh baru dan kita pantas bergembira karena kelak kita akan menjadi sama seperti Dia (Rom 8:29, 1Kor 15:2)   

 

Jadi mengapa mengucapkan “Happy Easter” di Hari Raya Paskah ? Apa kena-mengenanya Kristus dan dewa-dewa kekejian ? Berhenti mengikuti tradisi dunia yang sia-sia. Mengapa kita menghiasi gereja dengan “kelinci Easter” ?

 

Mari tinggalkan tradisi dunia yang sia-sia.

Rayakan pengorbananNya dengan benar yaitu miliki pengertian yang benar akan pengorbanan nya bagi saudara dan saya.

 

Yesus telah mati menanggung semua dosa, kesengsaraan dan penyakit kita (Yesaya 53:4-5).

 

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus!.

 

Amin. 

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh